Prihatin, Sekolah Diliburkan Pelajar Malah Tawuran

Tawuran antarpelajar di Kecamatan Cipayung, Kota Depok berhasil dicegah oleh Tim Jaguar Polres Metro Depok dalam Patroli Antisipasi Tawuran. Diketahui ada bibit-bibit permusuhan antarpelajar yang setiap saat bisa meledak dan menjadi tidak terkendali. Rupanya, aksi tawuran antarpelajar ini diadakan setiap malam minggu. Tim Jaguar sebelumnya telah menerima laporan dari salah seorang warga setempat bahwa akan ada tawuran di daerah Citayam. Ketika berpatroli pada hari Sabtu, 11 April, pukul 01.00 WIB, tim jaguar melihat beberapa anak muda sedang berkumpul di pinggir jalan dan ada yang berusaha melarikan diri namun tertangkap dan yang satunya lagi berhasil kabur menggunakan motor. Para remaja yang tertangkap pun dipaksa berjongkok dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. Mereka memberikan alasan yang berbeda-beda dengan tidak jelas. Para remaja tersebut mengaku masih sekolah dan duduk di tingkat 1 SMK. Mirisnya, ketika sekolah diliburkan untuk mencegah pandemik yang terjadi ...

Novel Terbaru Karya Boy Candra, Akhirnya Terbit!




Sumber: (https://www.google.com/idntimes.com)

Siapa yang tidak tahu Boy Candra? Ya, pria berusia genap 30 tahun itu merupakan seorang novelis terkenal yang merintih karier sejak tahun 2014. Buku perdananya yang berjudul, “Setelah Hujan Reda” mampu menarik perhatian pembaca sehingga karya-karya berikutnya selalu dinantikan pembaca setianya. Penggemarnya, baik laki-laki maupun perempuan mengaku tersentuh tiap kali membaca kalimat atau kutipan Boy yang ditulis secara apik dan ringan di setiap novelnya. Cuitannya yang diunggah di twitter dan Instagram kerap mendapatkan perhatian khusus bagi penggemarnya yang didominasi remaja. Percintaan, pertemanan, keluarga dan lika-liku kehidupan menjadi ladang empuk bagi Boy Candra melukis tulisan dengan pikirannya. Kini, dengan novel terbarunya yang baru saja terbit, Boy Candra telah genap menerbitkan total 18 judul buku.

Novel terbarunya yang berjudul “Ingkar” sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2014. Boy Candra bercerita, bahwa ide yang ia dapatkan untuk menulis novel ini berawal dari seorang teman atau lebih tepatnya adalah pembacanya. Mereka pertama kali bertemu di sebuah seminar kepenulisan yang Boy adakan sendiri di kampusnya. Mereka mulai mengobrol tentang buku dan menulis, kemudian bertemu lagi beberapa kali untuk membicarakan hobi sampai akhirnya, sesi curhat dimulai. Tentang kepahitan, kisah asmara.

Boy yang masih baru menyelami kepenulisan mulai tertarik menulis kisah yang menurutnya menarik. Menurutnya, naskah ini adalah naskah yang paling panjang, serius, dan prosesnya memakan waktu sekitar 6 tahun lamanya. Judul awal novel ini adalah “Livka” sebelum penulis dan penerbit sepakat mengganti judul yang lebih tepat untuk diterbitkan. Naskah ini mengendap lama dan masuk ke dua penerbit berbeda. Tapi tidak diproses lebih lanjut karena satu dan lain hal.

Naskah ini berakhir di penerbit KataDepan yang juga menerbitkan “Cinta Paling Rumit”. Boy dan editor mengemas kembali agar enak dibaca pada masa sekarang, ia tetap mempertahankan gaya menulisnya sejak dulu dan hanya merapikan cerita. Alasan novel ini layak untuk dimiliki yaitu karena kisah ini relate dengan kehidupan semua orang. Boy merasa, kisah temannya ini dialami oleh banyak orang walau pun konfliknya tidak sama persis. Novel “Ingkar” juga sudah dikembangkan dari cerita aslinya dan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan masa sekarang.


(https://www.google.com/tokopedia)



Sedikit bocoran dari penulis melalui video yang ia unggah di akun media sosialnya mengenai novel “Ingkar” yang akan terbit pada pertengahan Januari tahun ini, “cerita tentang dua orang yang rasanya tidak mungkin saling jatuh hati tetapi ternyata keduanya saling takluk. Mungkin seperti yang pernah kamu alami juga, kamu tidak pernah menduga seseorang yang mengajarimu banyak hal, tentang cara bertahan, dan merelekan, tentang bagaimana menjadi kuat saat suasana melemahkan, tentang hal-hal yang berlawanan dengan prinsipmu, tentang melewati hari-hari sedih penuh keraguan namun ternyata hidup sering kali justru tidak sesuai dengan yang kita duga. Begitu juga, lah, yang dialami tokoh-tokoh dalam buku ini.”

Penulis “Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai” telah mempublikasikan tanggal beserta bulan terbitnya, novel “Ingkar” mulai bisa dipesan online menjelang pertengahan Januari. Bagi kalian para pembaca setia karya Boy Candra, diharuskan membeli bukunya yang sudah bisa didapatkan awal februari tahun ini di seluruh toko buku Indonesia. 

“Banyak hal terjadi di luar kendaliku. Jatuh hati kepadamu… Adalah salah satunya.”

                                       “Bila aku bukan rumah, masihkah kita satu arah?”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prihatin, Sekolah Diliburkan Pelajar Malah Tawuran

Yuk, Percaya Diri Mengikuti Berbagai Perlombaan!

Yuk, Percaya Diri Kuliah di Luar Negeri!