Sumber: (https://www.google.com/idntimes.com)
Siapa yang tidak tahu Boy Candra?
Ya, pria berusia genap 30 tahun itu merupakan seorang novelis terkenal yang
merintih karier sejak tahun 2014. Buku perdananya yang berjudul, “Setelah Hujan
Reda” mampu menarik perhatian pembaca sehingga karya-karya berikutnya selalu
dinantikan pembaca setianya. Penggemarnya, baik laki-laki maupun perempuan mengaku
tersentuh tiap kali membaca kalimat atau kutipan Boy yang ditulis secara apik
dan ringan di setiap novelnya. Cuitannya yang diunggah di twitter dan Instagram
kerap mendapatkan perhatian khusus bagi penggemarnya yang didominasi remaja.
Percintaan, pertemanan, keluarga dan lika-liku kehidupan menjadi ladang empuk bagi
Boy Candra melukis tulisan dengan pikirannya. Kini, dengan novel terbarunya
yang baru saja terbit, Boy Candra telah genap menerbitkan total 18 judul buku.
Novel terbarunya
yang berjudul “Ingkar” sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2014. Boy Candra
bercerita, bahwa ide yang ia dapatkan untuk menulis novel ini berawal dari
seorang teman atau lebih tepatnya adalah pembacanya. Mereka pertama kali
bertemu di sebuah seminar kepenulisan yang Boy adakan sendiri di kampusnya. Mereka
mulai mengobrol tentang buku dan menulis, kemudian bertemu lagi beberapa kali
untuk membicarakan hobi sampai akhirnya, sesi curhat dimulai. Tentang kepahitan,
kisah asmara.
Boy yang masih
baru menyelami kepenulisan mulai tertarik menulis kisah yang menurutnya menarik.
Menurutnya, naskah ini adalah naskah yang paling panjang, serius, dan prosesnya
memakan waktu sekitar 6 tahun lamanya. Judul awal novel ini adalah “Livka” sebelum
penulis dan penerbit sepakat mengganti judul yang lebih tepat untuk
diterbitkan. Naskah ini mengendap lama dan masuk ke dua penerbit berbeda. Tapi
tidak diproses lebih lanjut karena satu dan lain hal.
Naskah ini
berakhir di penerbit KataDepan yang juga menerbitkan “Cinta Paling Rumit”. Boy
dan editor mengemas kembali agar enak dibaca pada masa sekarang, ia tetap mempertahankan
gaya menulisnya sejak dulu dan hanya merapikan cerita. Alasan novel ini layak
untuk dimiliki yaitu karena kisah ini relate
dengan kehidupan semua orang. Boy merasa, kisah temannya ini dialami oleh banyak
orang walau pun konfliknya tidak sama persis. Novel “Ingkar” juga sudah dikembangkan
dari cerita aslinya dan dikemas sedemikian rupa sesuai dengan masa sekarang.
(https://www.google.com/tokopedia)
Sedikit
bocoran dari penulis melalui video yang ia unggah di akun media sosialnya
mengenai novel “Ingkar” yang akan terbit pada pertengahan Januari tahun ini,
“cerita tentang dua orang yang rasanya tidak mungkin saling jatuh hati tetapi
ternyata keduanya saling takluk. Mungkin seperti yang pernah kamu alami juga,
kamu tidak pernah menduga seseorang yang mengajarimu banyak hal, tentang cara
bertahan, dan merelekan, tentang bagaimana menjadi kuat saat suasana melemahkan,
tentang hal-hal yang berlawanan dengan prinsipmu, tentang melewati hari-hari
sedih penuh keraguan namun ternyata hidup sering kali justru tidak sesuai dengan
yang kita duga. Begitu juga, lah, yang dialami tokoh-tokoh dalam buku ini.”
Penulis
“Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai” telah mempublikasikan tanggal beserta
bulan terbitnya, novel “Ingkar” mulai bisa dipesan online menjelang
pertengahan Januari. Bagi kalian para pembaca setia karya Boy Candra, diharuskan
membeli bukunya yang sudah bisa didapatkan awal februari tahun ini di seluruh toko buku Indonesia.
“Banyak hal terjadi di luar
kendaliku. Jatuh hati kepadamu… Adalah salah satunya.”
“Bila aku bukan rumah, masihkah kita satu
arah?”
Komentar
Posting Komentar